fbpx
8 MARKET CRYPTO TERBESAR DI DUNIA

8 MARKET CRYPTO TERBESAR DI DUNIA

Dimana saja market crypto terbesar yang ada di dunia? terdapat beberapa platform jual beli kripto yang mempunyai transaksi besar  setiap harinya.

Jumlah investor yang memakai platform ini pun juga besar  serta tersebar dari berbagai belahan dunia.

Beberapa nama market crypto ini mungkin terdengar tidak asing bagi Anda. Apakah Anda termasuk investor yang melakukan trading pada beberapa market berikut ini?

 

Simak berikut adalah 8 market crypto terbesar di dunia sesuai peringkat menurut data Coinmarketcap:

  1. Binance

Volume transaksi pada Binance pada 24 jam terakhir adalah 12,5 Miliar USD atau kurang lebih Rp178 Triliun.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2017 serta terdaftar di Kepulauan Cayman. Binance didirikan oleh Changpeng Zhao, seorang pengembang yang sebelumnya sudah menciptakan software perdagangan frekuensi tinggi.

Binance awalnya berbasis di China, namun setelah itu memindahkan kantor pusatnya keluar dari negara China menyusul peningkatan regulasi cryptocurrency pemerintah China.

 

  1. Coinbase

Volume transaksi pada Coinbase pada 24 jam terakhir mencapai 2,4 Miliar USD atau kurang lebih Rp34 Triliun.

Coinbase global, Inc bermerek Coinbase, merupakan perusahaan Amerika yang mengoperasikan platform pertukaran mata uang kripto.

Coinbase beroperasi  menggunakan ‘remote’ atau daring serta tidak mempunyai markas fisik resmi.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2012 oleh Brian Armstrong serta Fred Ehrsam, dan  pada Maret 2021 merupakan pertukaran mata uang kripto terbesar di Amerika Serikat berdasarkan volume perdagangan. Coinbase dirilis di bursa Nasdaq pada tangga 14 April 2021.

Dibulan Desember 2021, CNBC melaporkan bahwa Coinbase membekukan cryptocurrency GYEN sebab lonjakan harga yang tiba-tiba, sehingga mengakibatkan banyak pedagang kehilangan uang.

 

  1. FTX

FTX merupakan platform pertukaran mata uang kripto yang berbasis di Bahama.  pada Juli 2021, pertukaran pada FTX rata-rata $10 miliar volume perdagangan harian serta mempunyai lebih dari satu juta pengguna.

FTX mengoperasikan FTX.US, pertukaran terpisah yang tersedia bagi penduduk Amerika Serikat (AS).

Lulusan MIT Sam Bankman-Fried serta Gary Wang mendirikan FTX pada Mei 2019.

Sebelum mendirikan FTX, Bankman-Fried memperdagangkan ETF internasional di Jane Street Capital, sebuah perusahaan perdagangan berpemilik, serta mendirikan Alameda Research, sebuah perusahaan perdagangan kuantitatif.

Pada Agustus 2020, FTX mengakuisisi Blockfolio, software pelacakan portofolio cryptocurrency, seharga $150 juta.

Di bulan Juli 2021, FTX mengumpulkan $900 juta dengan penilaian $18 miliar dari lebih dari 60 investor, termasuk Softbank, Sequoia Capital, Third Point Management, Paul Tudor Jones, serta Alan Howard.

Binance, pesaing yang berinvestasi di perusahaan di tahun 2020, melepaskan sahamnya di tahun 2021.

 

  1. Kraken

Kraken merupakan salah satu platform yang seringkali disebut-sebut pada tahun 2021 kemudian karena didesak untuk melisting Shiba Inu coin.

Kraken merupakan pertukaran dan  bank cryptocurrency yang berbasis di Amerika serikat, didirikan di tahun 2011.

Kraken menyediakan perdagangan antara cryptocurrency serta mata uang fiat, dan  menyampaikan informasi harga ke Terminal Bloomberg.

Pada bulan Desember 2021, Kraken tersedia bagi penduduk 48 negara bagian Amerika Serikat dan  176 negara, serta mencantumkan 95 cryptocurrency yang tersedia untuk diperdagangkan.

Pada bulan September 2013, Kraken diluncurkan sesudah 2 tahun pengujian dan  pengembangan. Pertukaran awalnya menyediakan perdagangan bitcoin, litecoin, serta euro. lalu ditambahkan mata uang tambahan serta perdagangan margin.

 

  1. KuCoin

KuCoin ialah pertukaran berbasis di Singapura yang awalnya diluncurkan di Hong Kong pada tahun 2017.

Mereka membranding diri mereka menjadi ‘The People’s Exchange’. Tujuan mereka ialah memberi orang di seluruh penjuru dunia akses ke platform sederhana serta aman untuk membeli dan  menjual banyak sekali mata uang digital.

KuCoin tentu saja menghasilkan dampak pada komunitas kripto secara global, menumbuhkan basis penggunanya menjadi lebih dari 8 juta hanya dalam kurun waktu 4 tahun.

 

  1. Huobi global

Huobi merupakan pertukaran mata uang kripto yang berbasis di Seychelles. Didirikan di Cina, perusahaan ini kini   mempunyai kantor di Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, serta Amerika serikat. pada bulan Agustus 2018, perusahaan ini menjadi perusahaan publik Hong Kong.

Menyusul dilarangnya pertukaran Bitcoin tahun 2017 oleh pemerintah China, Huobi menghentikan penarikan Bitcoin.

Huobi China terus beroperasi menjadi platform konsultan serta penelitian blockchain.

Pada bulan Maret 2018, Huobi memproses kurang lebih US$1 miliar pada perdagangan setiap hari.

Di November 2020, Huobi meluncurkan Huobi Labuan yang diperuntukkan mewujudkan pertukaran kri/pto yang diatur di Malaysia.

Pada bulan September 2021, Huobi mengumumkan bahwa mereka akan berhenti melayani pelanggan di daratan Tiongkok dikarenakan adanya peraturan baru.

 

  1. Gate.io

Gate.io merupakan salah  satu pertukaran crypto-to-crypto tertua yang berada di China yang beroperasi sejak 2013.

Selesainya berganti nama menjadi Gate.io di tahun 2017, ini merupakan salah satu platform crypto yang tumbuh paling cepat menggunakan platform Initial Exchange Offering (IEO) terkemuka.

Terdapat banyak cryptocurrency, perdagangan margin dengan leverage, serta layanan keuangan yang canggih lainnya seperti pinjaman margin ataupun pinjaman.

Data Coinmarketcap menyebut total perdagangan serta transaksi pada Gate.io dalam 24 jam terakhir sebesar 1 Miliar USD atau sekitar Rp14,2 Triliun.

 

  1. Bitfinex

Transaksi perdagangan pada Bitfinex berdasarkan Coinmarketcap ialah kurang lebih 559 USD.

Bitfinex merupakan pertukaran mata uang kripto yang dimiliki sekaligus dioperasikan oleh iFinex Inc yang terdaftar di Kepulauan Virgin Britania Raya.

Penelitian menyebutkan bahwa manipulasi harga bitcoin pada Bitfinex menyumbang kurang lebih setengah dari kenaikan harga bitcoin pada akhir tahun 2017.

Bitfinex didirikan pada Desember 2012 menjadi pertukaran Bitcoin peer-to-peer, menyediakan layanan perdagangan aset digital untuk para pengguna di seluruh dunia.

Bitfinex awalnya dimulai sebagai platform pinjaman margin P2P yang dikhususkan untuk Bitcoin serta kemudian menambahkan dukungan untuk lebih banyak pilihan mata uang cryptocurrency.

Pada bulan Mei 2015, bursa tersebut diretas, sehingga menyebabkan hilangnya 1.500 Bitcoin atau kurang lebih $400.000 USD aset pelanggan mereka.

Pada bulan Oktober 2018, Bitfinex kembali mengalami kesulitan yang cukup serius dengan perbankan